BEBERAPA CATATAN PENTING DARI RAPAT KERJA PROGRAM KB MENUJU KELUARGA BERKUALITAS KOTA MOJOKERTO TAHUN 2017

sama kecil– Pengendalian kuantitas penduduk yang dilakukan melalui Keluarga Berencana menjadi bagian penting dan strategis, karena program Keluarga Berencana merupakan upaya mendasar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendekatan keluarga. Program Keluarga Berencana mengatur jumlah anak, memberikan pengasuhan, layanan kesehatan dan pendidikan dengan optimal, serta meningkatkan taraf ekonomi dan kesejahteraan keluarga. Keikut sertaan ber-KB dan pendewasaan usia kawin dapat mengendalikan jumlah kelahiran dan menghindarkan resiko kematian ibu melahirkan dengan memperhatikan kesehatan reproduksi dan menghindari melahirkan terlalu muda, terlalu tua, terlalu banyak dan teralalu dekat.

Dampak lain dari program Keluarga Berencana — akan dihadapkan pada kondisi ‘Bonus Demografi’ —  suatu kondisi yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi  yang disebabkan oleh meningkatnya proporsi penduduk usia produktif (15-64 tahun) dan penduduk usia tidak produktif (0-14 tahun dan 65+ tahun) lebih kecil dibandingkan penduduk usia produktif.

Membangun sumber daya manusia yang berkualitas – suatu upaya pengendalian jumlah dan laju pertumbuhan penduduk yang diarahkan pada peningkatan pelayanan Keluarga Berencana dan kesehatan produksi yang terjangkau, bermutu dan efektif menuju terbentuknya keluarga kecil yang berkualitas.

 

Isu dan Tantangan

Isu strategis dalam implementasi Undang-undang nomor 23 tahun 2014 terkait pembagian urusan pemerintahan bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, forecasting tahun 2020-2035 Indonesia mengalami ‘bonus demografi’ – penduduk umur produktif sangat besar, sementara usia muda semakin kecil dan usia lanjut belum banyak.

Dalam menjawab semuanya diperlukan pola perencanaan pembangunan daerah yang berkualitas, sehingga mampu berdampak pada penurunan angka kelahiran total (TFR), peningkatan penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), peningkatan pemakaian kontrasepsi (CPR), penurunan kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi (Unmet Need), penurunan angka kelahiran pada remaja usia 15-19 tahun (ASFR 15-19 tahun) dan penurunan kehamilan yang tidak diinginkan dari Wanita Usia Subur (15-49 tahun) di Kota Mojokerto.

 

Filosofis Keluarga Berencana

Pijakan awal dalam konsepsi Keluarga Berencana untuk membangun Indonesia dalam Pertumbuhan Penduduk Seimbang (PTS).

 

Keluarga Berencana: membangun cara berpikir sebuah keluarga  yang memiliki rencana tentang masa depan. Keluarga Berencana bukan bicara hal-ikhwal alat kontrasepsi semata. Pola dan cara berpikir pembangunan berwawasan ‘Kependudukan’ menjadi bagian dari konsep prioritas pembangunan kedepan.

 

Dalam rangka itulah menuntut kita semua untuk terus berupaya dan bekerja keras, inilah prinsip-prinsip Revolusi Mental –  kandungannya memiliki nilai-nilai integritas, etos kerja dan gotong royong. Salah satu perwujudannya adalah dibentuknya ‘Kampung KB’  yang didalamnya ada koordinasi lintas sektor, sehingga Kampung KB menjadi ‘rumah bersama’ untuk memperbaiki sebuah komunitas dalam mengurai segala permasalahan yang ada terkait dengan pelaksanaan Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga ( KKBPK). (adg)

IMG_2697 kecil

 

Comments are closed.

Website © 2015 BKBPP Kota Mojokerto. All rights reserved.

Translate »